Semarang – LLDIKTI Wilayah VI menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Pegawai dengan tema “Ramadhan sebagai Momentum untuk Memperkuat Transparansi, Integritas, Akuntabilitas dan Dampak Kinerja Program dan Layanan LLDIKTI Wilayah VI” pada Rabu (4/3/2026) di Gedung B Kantor LLDIKTI Wilayah VI, Semarang. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang penguatan kapasitas dan refleksi spiritual di bulan suci Ramadhan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara LLDIKTI Wilayah VI dengan para dosen PNS DPK dan pimpinan perguruan tinggi swasta di sekitar wilayah Semarang.
Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Prof. Aisyah Endah Palupi menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan keluarga besar LLDIKTI Wilayah VI sekaligus menjalin kembali silaturahmi dengan para dosen PNS DPK yang selama beberapa waktu belum memiliki forum pertemuan bersama. Dalam kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah VI mengundang sekitar 100 dosen PNS DPK yang bertugas di perguruan tinggi swasta di Semarang serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi swasta di sekitar kantor LLDIKTI Wilayah VI.
“Momentum Ramadhan ini kami manfaatkan untuk memperkuat silaturahmi bersama seluruh pegawai LLDIKTI Wilayah VI, para dosen PNS DPK, serta pimpinan perguruan tinggi swasta di sekitar Semarang. Selain menjadi ajang kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mendapatkan penyegaran rohani melalui tausiyah yang disampaikan oleh Bapak Dr. Hasan Chabibie,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Muhamad Hasan Chabibie, S.T., M.Si., menyampaikan tausiyah yang menekankan bahwa bulan suci Ramadhan merupakan momentum pembelajaran bagi setiap individu untuk menata niat, memperkuat integritas, serta meningkatkan disiplin dan konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab.
Menurutnya, Ramadhan dapat dianalogikan sebagai “kurikulum pelatihan” yang telah disiapkan oleh Allah SWT untuk membentuk karakter manusia. Melalui ibadah puasa dan berbagai amalan selama bulan Ramadhan, seseorang dilatih untuk menjaga integritas dan akuntabilitas, karena banyak hal yang dilakukan tanpa diketahui orang lain, namun tetap berada dalam pengawasan Tuhan.
“Puasa mengajarkan kita tentang integritas. Banyak hal yang tidak diketahui oleh orang lain, tetapi kita tetap menjaganya karena sadar bahwa semuanya diawasi oleh Tuhan. Nilai inilah yang seharusnya juga dibawa dalam kehidupan profesional, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai ASN maupun insan akademik,” ungkapnya.
Dr. Hasan juga menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, aktivitas akademik di perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada kegiatan pendidikan dan penelitian semata, tetapi harus mampu menghasilkan kontribusi yang dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Ia menyebutkan setidaknya terdapat tiga bentuk dampak yang perlu dihadirkan oleh perguruan tinggi, yaitu academic impact, melalui penelitian dan publikasi ilmiah; social impact, melalui kontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat; serta economic impact, melalui inovasi dan riset yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi.


Kampus Didorong Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat
Dalam sesi wawancara, Dr. Hasan juga menyoroti bahwa tantangan utama yang dihadapi perguruan tinggi swasta saat ini adalah meningkatnya kompetisi dalam dunia pendidikan tinggi. Oleh karena itu, perguruan tinggi swasta dituntut untuk semakin kreatif dalam menghadirkan program studi unggulan yang memiliki keunikan serta relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Perguruan tinggi swasta harus memiliki keunggulan dan keunikan yang menjadi nilai tambah bagi mahasiswa. Penguatan riset dan pemetaan kebutuhan keterampilan masa depan sangat penting agar program pendidikan yang ditawarkan benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Dr. Hasan juga menegaskan bahwa perguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, tidak hanya dalam bentuk aktivitas akademik semata. “Harapannya, aktivitas yang berjalan di perguruan tinggi, baik PTN maupun PTS, benar-benar bisa memberikan dampak nyata kepada masyarakat, baik dampak akademik, sosial, maupun ekonomi,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah VI juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan terus mendorong penguatan kerja sama antara perguruan tinggi swasta dengan berbagai mitra strategis. Salah satunya melalui kerja sama antara LLDIKTI Wilayah VI dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman bersama Gubernur Jawa Tengah. Kerja sama tersebut melibatkan 72 perguruan tinggi swasta, dengan 44 di antaranya telah mulai mengimplementasikan program kerja sama.
“Ke depan kami akan merangkul sekitar 110 perguruan tinggi swasta di wilayah Jawa Tengah untuk memperkuat kerja sama yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar memiliki implementasi nyata yang mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi,” jelasnya.
Selain itu, LLDIKTI Wilayah VI juga akan mendorong penguatan kerja sama internasional melalui program “Mangunsari Goes Abroad”, yaitu program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa di luar negeri. Program ini dijadwalkan dimulai pada 1 April 2026 dengan pemberangkatan sekitar 44 mahasiswa untuk melaksanakan KKN di Malaysia, yang didampingi oleh dosen pembimbing sekaligus menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi mitra di Malaysia. Program tersebut direncanakan berlangsung dalam tiga batch dan telah mendapatkan dukungan dari KBRI Kuala Lumpur.
“Program ini menjadi salah satu langkah kami untuk mendorong kerja sama internasional serta memberikan pengalaman global bagi mahasiswa. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam beberapa batch dan didampingi oleh para dosen yang juga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi mitra di Malaysia,” pungkasnya.
Melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini, LLDIKTI Wilayah VI berharap momentum Ramadhan dapat menjadi sarana refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh pegawai dan insan perguruan tinggi untuk terus meningkatkan integritas, profesionalisme, serta menghadirkan kinerja yang berdampak bagi masyarakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan antara keluarga besar LLDIKTI Wilayah VI, dosen PNS DPK, serta pimpinan perguruan tinggi swasta di wilayah Semarang.
(Humas LLDIKTI6)


