Slawi – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI mendorong lulusan Universitas Bhamada Slawi untuk menjadikan kompetensi, etika, dan kepedulian terhadap masyarakat sebagai landasan dalam berkarya. Pesan tersebut disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda IX dan Angkat Sumpah Profesi Universitas Bhamada Slawi di Auditorium Prof. Tri Jaka Kartana, M.Si., Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini diikuti 741 wisudawan dalam dua sesi, yakni 344 orang pada pagi hari dan 397 orang pada siang hari.
Dalam sambutannya, Prof. Aisyah menekankan bahwa kelulusan merupakan awal tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Khusus bagi lulusan bidang kesehatan, penguasaan keterampilan profesional harus disertai komitmen menjaga keselamatan pasien, menghormati etika profesi, dan memberikan pelayanan yang manusiawi.
“Di bidang kesehatan, kompetensi harus berjalan beriringan dengan empati, etika, dan tanggung jawab terhadap keselamatan pasien maupun masyarakat,” pesan Prof. Aisyah.
Ia mengingatkan bahwa bidan, perawat, apoteker, serta tenaga keselamatan dan kesehatan kerja memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang sehat, aman, dan produktif. Karena itu, para lulusan perlu terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan, mengikuti perkembangan teknologi, serta bekerja berdasarkan standar dan bukti ilmiah.
Prof. Aisyah juga menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi lintas profesi. Pelayanan yang berkualitas memerlukan koordinasi serta penghormatan terhadap kompetensi masing-masing tenaga profesional. Kepercayaan masyarakat harus dibangun melalui perilaku etis, ketulusan dalam melayani, dan konsistensi menjaga mutu.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyoroti kebutuhan tenaga perawat dan bidan serta mendorong lulusan untuk aktif menangkap peluang kerja. Kehadiran lulusan baru diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan, termasuk di Jawa Tengah.
Wisuda IX Universitas Bhamada Slawi meluluskan mahasiswa dari bidang keperawatan, farmasi, kebidanan, keselamatan dan kesehatan kerja, informatika, bisnis digital, serta kewirausahaan. Lulusan terbanyak berasal dari S-1 Ilmu Keperawatan sebanyak 215 orang, disusul S-1 Farmasi 182 orang, D-3 Keperawatan 134 orang, dan Profesi Ners 121 orang.
Selain kesiapan lulusan, LLDIKTI Wilayah VI turut menekankan pentingnya penguatan hubungan perguruan tinggi dengan dunia kerja. Data tracer study menunjukkan keselarasan bidang studi dengan pekerjaan sebesar 95,04 persen pada responden yang bekerja. Capaian tersebut menjadi modal untuk terus memperkuat relevansi pembelajaran, sekaligus meningkatkan layanan karier dan kemitraan dalam mendukung penyerapan lulusan.
Dari pihak universitas, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. apt. Oktariani Pramiastuti, M.Sc., menyampaikan bahwa para lulusan telah memenuhi persyaratan akademik melalui proses pembelajaran, praktik, dan pengalaman lapangan yang mengacu pada standar mutu pendidikan. Sementara itu, Rektor Universitas Bhamada Slawi, Dr. Maufur, mengingatkan para wisudawan untuk memegang teguh makna sumpah profesi dalam kehidupan dan pekerjaan.
“Di dalam sumpah profesi semua mengandung makna janji, sikap kita ke depan,” ujar Dr. Maufur.
Menutup pesannya kepada para wisudawan, Prof. Aisyah mengajak seluruh lulusan menjaga nama baik almamater melalui profesionalisme, prestasi, dan kontribusi nyata. Ia menegaskan bahwa keberhasilan setelah wisuda juga tercermin dari manfaat yang diberikan kepada sesama. Pesan tersebut menempatkan lulusan sebagai bagian penting dari upaya menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.
(Humas LLDIKTI6)

