Kepala LLDIKTI VI Dorong Lulusan ITS NU Pekalongan Adaptif, Inovatif, dan Berdampak bagi Masyarakat

Pekalongan – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., menghadiri Wisuda V Program Ahli Madya dan Wisuda IV Program Sarjana Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan Tahun 2026, Selasa (29/9/2026), di Hotel Parkside Mandarin Pekalongan.

Kehadiran Kepala LLDIKTI Wilayah VI menjadi bagian dari rangkaian sidang senat terbuka yang diselenggarakan ITSNU Pekalongan sekaligus menjadi momentum untuk menyampaikan pesan kepada para lulusan agar mampu membawa ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi ke tengah masyarakat.

Pada wisuda tahun ini, ITSNU Pekalongan meluluskan sebanyak 373 wisudawan, terdiri atas 260 lulusan program Sarjana (S-1) dan 113 lulusan program Diploma III (D-3) dari berbagai program studi.

Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah VI menyampaikan apresiasi kepada ITSNU Pekalongan atas penyelenggaraan pendidikan tinggi serta mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademiknya.

Ia menekankan bahwa wisuda bukan merupakan akhir dari proses belajar. Sebaliknya, kelulusan menjadi awal bagi para wisudawan untuk memasuki ruang pengabdian yang lebih luas, baik melalui dunia kerja, kewirausahaan, maupun berbagai bentuk kontribusi kepada masyarakat.

“Gelar yang diraih hari ini hendaknya menjadi bekal untuk terus belajar, beradaptasi terhadap perubahan, berani berinovasi, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ilmu akan semakin bermakna ketika mampu digunakan untuk menjawab berbagai persoalan dan kebutuhan di sekitar kita,” pesan Kepala LLDIKTI Wilayah VI.

Kesiapan lulusan memasuki dunia setelah perguruan tinggi juga tercermin dari data tracer study ITSNU Pekalongan. Data tersebut menunjukkan bahwa 45,77 persen lulusan berwirausaha dan 44,16 persen telah bekerja, sehingga secara keseluruhan 89,93 persen lulusan telah aktif secara ekonomi. Selain itu, sebanyak 94,27 persen lulusan memperoleh pekerjaan pertama dalam waktu hingga enam bulan.

Capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Di sisi lain, perguruan tinggi juga dituntut terus melakukan peningkatan mutu secara berkelanjutan agar kompetensi lulusan tetap relevan di tengah perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan perubahan kebutuhan dunia kerja.

Kepala LLDIKTI Wilayah VI turut mendorong ITS NU Pekalongan untuk terus memperkuat kualitas kelembagaan dan sumber daya manusia. Berdasarkan data terkini, ITS NU Pekalongan memiliki 58 dosen, yang terdiri atas 12 Lektor, 21 Asisten Ahli, serta 25 dosen yang belum memiliki jabatan akademik. Kondisi tersebut menjadi ruang pengembangan untuk mendorong percepatan karier akademik dosen ke jenjang yang lebih tinggi.

Momentum wisuda, menurutnya, juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak berhenti pada jumlah lulusan yang dihasilkan. Dampak pendidikan tinggi harus terlihat dari kemampuan alumninya untuk bekerja, menciptakan peluang, berinovasi, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan masyarakat.

LLDIKTI Wilayah VI terus mendorong perguruan tinggi di Jawa Tengah untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang bermutu, relevan, dan berdampak, sekaligus memperkuat kualitas tata kelola, sumber daya manusia, pembelajaran, serta keterhubungan lulusan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Mengakhiri pesannya, Kepala LLDIKTI Wilayah VI mengajak para wisudawan ITSNU Pekalongan untuk menjaga integritas dan nama baik almamater serta tidak berhenti mengembangkan kapasitas diri setelah meninggalkan bangku kuliah.

“Selamat kepada seluruh wisudawan dan keluarga. Bawa ilmu yang telah diperoleh, jaga integritas, teruslah bertumbuh, dan jadilah lulusan yang kehadirannya memberikan dampak bagi lingkungan, masyarakat, serta bangsa,” pungkasnya.

(Humas LLDIKTI6)