Purworejo, 9 Mei 2026 – Universitas Muhammadiyah Purworejo menggelar Wisuda Sarjana dan Magister Periode II Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu (9/5/2026) dengan penuh khidmat dan suasana haru. Sebanyak 211 wisudawan resmi dikukuhkan, terdiri atas 203 lulusan program sarjana dan 8 lulusan program magister.
Prosesi wisuda dihadiri langsung oleh berbagai tokoh daerah dan pendidikan, diantaranya Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Wakil Bupati Purworejo, perwakilan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, unsur Forkopimda Kabupaten Purworejo, pimpinan perguruan tinggi mitra, mitra industri dan DUDIKA, Badan Pembina Harian, serta jajaran senat universitas.
Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., menegaskan bahwa wisuda merupakan awal perjalanan pengabdian lulusan di tengah masyarakat dan dunia profesional yang terus berkembang dinamis.
“Transformasi pendidikan tinggi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan agar perguruan tinggi tetap relevan, bermutu, dan berdaya saing. Saya berharap para wisudawan mampu menjadi insan yang adaptif, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo, Assoc. Prof. Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., menyampaikan bahwa wisuda menjadi momentum penting bagi lulusan untuk membuktikan kualitas diri sekaligus menjaga nama baik almamater di tengah masyarakat.
“Kami percaya lulusan Universitas Muhammadiyah Purworejo memiliki kemampuan untuk bersaing, beradaptasi, dan terus belajar menghadapi perubahan zaman. Jadilah lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak dan memberi manfaat,” ungkapnya.
Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., dalam kesempatan tersebut turut memberikan apresiasi terhadap kontribusi Universitas Muhammadiyah Purworejo dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas bagi daerah maupun bangsa.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan masa depan. Pemerintah daerah sangat mengapresiasi kontribusi UMPWR dalam melahirkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing,” tuturnya.


Berdasarkan data tracer study terbaru tahun 2026, sekitar 78,5 persen alumni Universitas Muhammadiyah Purworejo telah bekerja dan lebih dari separuh lulusan memperoleh pekerjaan pertama dalam waktu kurang dari tiga bulan setelah lulus. Capaian tersebut menunjukkan relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Salah satu momen paling menyentuh dalam wisuda kali ini hadir melalui penampilan spesial dari Umi Masfiroh, S.Pd., wisudawan difabel netra Program Studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Diiringi alunan musik dari sang suami, Udin Prasojo, S.Pd., yang juga menjadi wisudawan pada kesempatan yang sama, Umi tampil membawakan lagu karyanya sendiri di hadapan seluruh tamu undangan dan peserta wisuda. Kedua wisudawan unggulan ini berhasil menyelesaikan studi melalui jalur non skripsi atau alternatif tugas akhir berbasis karya cipta.
Udin Prasojo lulus melalui karya aransemen berjudul NETRA RASA yang telah memperoleh hak cipta dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Sementara itu, Umi Musfiroh menyelesaikan studi melalui karya cipta lagu berjudul Rebab Tanpa Kawat yang juga telah mendapatkan hak cipta resmi dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Penampilan tersebut mendapat apresiasi hangat dari seluruh hadirin dan menjadi simbol semangat perjuangan, ketekunan, serta bukti bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi dan menginspirasi banyak orang.
Dengan dikukuhkannya ratusan lulusan baru ini, Universitas Muhammadiyah Purworejo diharapkan terus melahirkan insan akademis yang unggul, berkarakter, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
(Humas LLDIKTI6)
