Kenal Lebih Dekat IKU Perguruan Tinggi Berdampak, Safari IKU LLDIKTI Wilayah VI Resmi Dimulai

Semarang – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI konsisten dalam memfasilitasi transformasi perguruan tinggi Jawa Tengah berdampak nyata. Dalam mendorong perguruan tinggi agar lebih memahami Indikator Kinerja Utama (IKU), LLDIKTI Wilayah VI menyelenggarakan kegiatan Diseminasi IKU Perguruan Tinggi Berdampak.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program “Safari IKU 2026” ini mengundang 216 perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah yang terbagi atas 5 zona penyelenggaran. Zona I Semarang Raya resmi diselenggarakan pada Selasa, 7 April 2026, bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 6 Kampus 4 Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang, serta diikuti oleh pimpinan PTS area Semarang Raya.

Sementara itu pada waktu bersamaan, kegiatan serupa juga diselenggarakan untuk Zona II Kudus Raya yang dipusatkan di Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara sebagai bagian dari pelaksanaan Safari IKU secara simultan di wilayah Jawa Tengah.

Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UPGRIS sebagai tuan rumah. Ia menegaskan bahwa diseminasi IKU menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kinerja perguruan tinggi.

“Suatu kehormatan bagi UPGRIS menjadi tuan rumah Safari IKU Zona I. Kami berharap setiap butir IKU bermuara pada satu tujuan, yaitu peningkatan kualitas lulusan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa IKU tidak hanya menjadi indikator administratif, tetapi harus diimplementasikan hingga level fakultas dan program studi agar memberikan dampak nyata terhadap lulusan dan kualitas institusi.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Aisyah Endah Palupi, menyampaikan apresiasi kepada UPGRIS atas dukungan pelaksanaan kegiatan. Ia menegaskan bahwa LLDIKTI Wilayah VI berkomitmen mengawal implementasi IKU, baik indikator wajib maupun pilihan, melalui pendampingan intensif oleh tim kerja.

“LLDIKTI Wilayah VI akan terus mengawal implementasi IKU agar dipahami dan dijalankan secara optimal oleh seluruh PTS,” jelasnya.

Kepala LLDIKTI menambahkan bahwa IKU mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 358/M/KEP/2025, serta dirancang untuk mengukur kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap masyarakat. Dalam paparan pembuka, Prof. Aisyah menekankan pentingnya peran PTS sebagai motor penggerak menuju Indonesia Emas 2045 melalui penguatan kualitas lulusan yang berdampak. Namun demikian, ia juga mengingatkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi PTS di Jawa Tengah, seperti kesenjangan kualitas antarperguruan tinggi, keterbatasan kapasitas riset, belum optimalnya kolaborasi industri, serta rendahnya hilirisasi inovasi. Untuk itu, inovasi dan riset didorong agar mampu menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat. Sebagai upaya penguatan ekosistem akademik, LLDIKTI Wilayah VI juga telah meluncurkan program DIAJENG (Dashboard Informasi Jurnal Jawa Tengah).

Selain berperan sebagai regulator, LLDIKTI Wilayah VI juga menjalankan fungsi sebagai akselerator transformasi PTS, termasuk dalam pembinaan mutu, fasilitasi peningkatan kapasitas, penguatan kolaborasi, serta pengawasan tata kelola.

“Ke depan, akan dilakukan penandatanganan kontrak kinerja antara PTS dan LLDIKTI Wilayah VI sebagai bentuk komitmen bersama dalam pencapaian target IKU. Melalui langkah ini, diharapkan IKU mampu mendorong peningkatan kualitas lulusan yang berdampak pada pembangunan nasional,” pungkas Prof. Aisyah.

Dalam sesi materi oleh Tim Kerja LLDIKTI Wilayah VI, dijelaskan bahwa IKU terdiri dari 12 indikator yang mencakup aspek pendidikan, riset dan inovasi, kontribusi sosial, serta tata kelola kelembagaan. Beberapa fokus utama meliputi ketepatan waktu kelulusan mahasiswa, serapan lulusan di dunia kerja, keterlibatan mahasiswa di luar kampus, hingga kualitas publikasi ilmiah dan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs).

Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi perguruan tinggi, seperti rendahnya kualitas publikasi, kecenderungan dosen memenuhi standar minimal, serta kurang optimalnya dampak riset. Hal ini dinilai berpengaruh terhadap reputasi institusi yang lebih ditentukan oleh kualitas dosen dan alumni dibandingkan sekadar promosi.

LLDIKTI juga menegaskan perannya tidak hanya sebagai pengawas, tetapi sebagai mitra strategis, fasilitator, dan penghubung antar pemangku kepentingan. Berbagai program seperti coaching clinic penelitian, peningkatan jabatan fungsional dosen, serta penguatan jejaring dengan industri dan pemerintah daerah terus didorong.

Rangkaian kegiatan Safari IKU 2026 akan dilaksanakan di lima wilayah, yaitu Semarang Raya, Kudus Raya, Solo Raya, Tegal Raya, dan Banyumas Raya.

(Humas LLDIKTI6)