Lulusan Siap Berkiprah Di Industri Maritim, Sebagian Telah Bekerja Sebelum Wisuda

SEMARANG – Politeknik Bumi Akpelni (PBA) kembali menyelenggarakan prosesi Wisuda ke-53 di UTC Hotel Semarang, Jumat (25/9/2026). Momentum ini menjadi bagian penting dari perjalanan PBA dalam menyiapkan sumber daya manusia vokasi yang kompeten, adaptif, berkarakter, dan siap berkiprah di industri maritim.

Hingga pelaksanaan Wisuda ke-53, Politeknik Bumi Akpelni telah meluluskan 9.743 lulusan. Sebanyak 2.956 di antaranya merupakan lulusan setelah institusi bertransformasi menjadi politeknik. Lulusan tersebut berasal dari berbagai program pendidikan yang diselenggarakan PBA, baik program Diploma III yang telah diselenggarakan sejak masih berbentuk akademi maupun program Sarjana Terapan setelah menjadi politeknik.

Ketua Senat Politeknik Bumi Akpelni, Ridwan, S.Sos., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa wisuda kali ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta untuk Menghasilkan Generasi Maritim Unggul, Berdampak, dan Berdaya Saing Global Menuju Era Green and Smart Maritime Industry”. Tema tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam membentuk lulusan yang unggul, berkarakter, dan mampu menjawab perkembangan industri maritim.

Menurut Ridwan, transformasi industri maritim saat ini bergerak menuju dekarbonisasi dan digitalisasi. Perubahan tersebut ditandai antara lain dengan tuntutan terhadap efisiensi energi, penggunaan teknologi rendah emisi, serta penerapan teknologi digital dalam sistem pelabuhan dan rantai pasok. Kondisi ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Direktur Politeknik Bumi Akpelni, Dr. Cahya Fajar Budi Hartanto, M.Mar., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika dan para mitra yang telah berkolaborasi dalam mempersiapkan lulusan. Ia berharap para lulusan mampu menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi teknologi digital, otomatisasi, artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), sistem navigasi modern, smart port, dan digitalisasi logistik.

“Jangan berhenti untuk terus mengembangkan diri. Dunia kerja dan industri akan terus berubah, sehingga kemampuan untuk belajar dan beradaptasi menjadi bagian penting dari perjalanan setelah menyelesaikan pendidikan,” pesan Direktur kepada para lulusan.

Kesiapan lulusan memasuki dunia kerja juga tercermin dari sejumlah capaian pada Wisuda ke-53. Pihak kampus mencatat terdapat lulusan yang telah bekerja sebelum mengikuti prosesi wisuda. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian lulusan telah memperoleh kepercayaan dunia kerja bahkan sebelum secara resmi mengikuti prosesi wisuda.

Selain telah bekerja, terdapat pula lulusan Program Studi Manajemen Pelabuhan dan Logistik Maritim (MPLM) yang telah mulai merintis usaha di bidang ekspor komoditas hasil perikanan, khususnya cumi dan ikan. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa jalur pengembangan karier lulusan tidak hanya melalui pekerjaan formal, tetapi juga melalui kegiatan kewirausahaan.

Peluang kerja bagi lulusan PBA juga terbuka melalui dunia industri. Ketua Dewan Pembina Yayasan Wiyata Dharma, H. Soenarto, yang merupakan alumni Akpelni Angkatan 5 sekaligus pemilik PT Gurita Lintas Samudera (PT GLS), menyampaikan kesempatan kepada para lulusan untuk mendaftarkan diri dan mengikuti proses rekrutmen di perusahaan tersebut. Tawaran tersebut menjadi salah satu bentuk keterhubungan antara jejaring alumni, institusi pendidikan, dan dunia usaha maupun dunia industri.

Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., menegaskan bahwa lulusan Politeknik Bumi Akpelni memiliki bidang kerja yang spesifik dan masih dibutuhkan oleh dunia kerja. Para lulusan diharapkan dapat memanfaatkan peluang tersebut dengan menunjukkan kompetensi sekaligus memberikan dampak positif di lingkungan kerja dan masyarakat.

Dalam rangka menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan, Politeknik Bumi Akpelni terus melakukan penguatan sistem manajemen dan mutu pendidikan. Implementasi standar manajemen ISO 9001:2015 saat ini sedang ditransformasikan menuju ISO 21001:2025, sekaligus mendukung pemenuhan standar pendidikan serta persyaratan yang berkaitan dengan Kementerian Perhubungan dan akreditasi program studi maupun institusi.

Sejumlah peningkatan juga terus dilakukan, antara lain pada kualifikasi dosen, percepatan masa tempuh kurikulum, peningkatan pengalaman praktik laut di perusahaan asing dan multinasional, serta upaya mempercepat masa tunggu lulusan memperoleh pekerjaan pertama.

Rangkaian Wisuda ke-53 ditutup dengan pemberian tali asih kepada wisudawan terbaik dan wisudawan dengan masa studi tercepat. Kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan berita acara penyerahan alumni kepada Corps Alumni Akpelni dan industri sebagai bagian dari penguatan jejaring alumni serta hubungan dengan dunia industri.

Bagi Politeknik Bumi Akpelni, wisuda bukan menjadi akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan kompetensi, karakter, dan pengalaman yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan. Para lulusan diharapkan terus mengembangkan diri, menjaga nama baik almamater, serta mengambil peran dalam menjawab kebutuhan dan tantangan industri maritim yang terus berkembang.

( Humas Politeknik Bumi Akpelni )