Semarang — Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Dalam Program Kreativitas Mahasiswa Award (PKM Award) 2026 yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditbelmawa) Kemendiktisaintek, LLDIKTI Wilayah VI memperoleh penghargaan sebagai LLDIKTI Terproduktif, dengan total 79 judul memperoleh pendanaan dan insentif.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam pelaksanaan PKM Award 2026 pada Senin, 21 September 2026 via daring. Berdasarkan sertifikat yang diterbitkan Ditbelmawa, capaian 79 judul menempatkan LLDIKTI Wilayah VI sebagai salah satu lembaga layanan pendidikan tinggi dengan produktivitas terbaik dalam mendukung pelaksanaan PKM tahun 2026. Penghargaan ini turut diraih LLDIKTI Wilayah VII (76 pendanaan) dan LLDIKTI Wilayah IX (59 pendanaan)
Capaian ini semakin lengkap dengan keberhasilan sejumlah perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah VI yang turut memperoleh penghargaan, yaitu:
- Universitas Harkat Negeri, sebagai Perguruan Tinggi Terproduktif Skema Insentif pada Klaster V, memperoleh insentif 3 judul;
- Universitas Muhammadiyah Semarang, sebagai Perguruan Tinggi Terproduktif Skema Insentif pada Klaster III, memperoleh insentif 4 judul;
- Universitas Muhammadiyah Semarang, sebagai Perguruan Tinggi dengan Pembinaan Terbaik pada Klaster III, dengan pengusulan 52 judul, Pendanaan dan Insentif 10 judul (19,23%); dan
- Universitas Muhammadiyah Magelang, sebagai Perguruan Tinggi dengan Operator Terbaik pada Klaster II, dengan Kinerja Terbaik dalam Ketepatan Waktu Pengusulan serta Sinkronisasi Jumlah Usulan dan Validasi.
Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa, dosen pendamping, pimpinan perguruan tinggi, pengelola bidang kemahasiswaan, serta seluruh pihak yang telah membangun ekosistem PKM secara konsisten.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah. Di balik 79 judul yang memperoleh pendanaan dan insentif terdapat keberanian mahasiswa untuk menggagas solusi, ketekunan dosen dalam mendampingi, serta komitmen perguruan tinggi untuk memberikan ruang tumbuh bagi kreativitas dan inovasi,” ungkap Prof. Aisyah.
Menurutnya, capaian tersebut tidak boleh dipandang semata-mata sebagai keberhasilan memperoleh pendanaan. Lebih dari itu, PKM menjadi wahana pembelajaran yang melatih mahasiswa untuk berpikir kritis, bekerja lintas disiplin, mengembangkan inovasi, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat.
Pembinaan dari Penyusunan hingga Pelaksanaan
Capaian pada PKM Award 2026 merupakan bagian dari proses pembinaan berkelanjutan yang dilaksanakan LLDIKTI Wilayah VI. Pendampingan diberikan sejak tahap penyusunan dan penyempurnaan proposal, proses pengusulan kepada Ditbelmawa, hingga monitoring pelaksanaan program agar berjalan sesuai dengan linimasa dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui Asistensi Penyusunan Proposal PKM Berdampak Tahun 2026, yang diselenggarakan pada 3–4 Februari 2026 di Semarang. Kegiatan itu diikuti 100 mahasiswa dari 70 perguruan tinggi swasta yang telah lolos seleksi rancangan proposal.
Dalam asistensi tersebut, sebanyak 100 rancangan proposal dari 10 bidang PKM mendapatkan telaah substansi dan pendampingan teknis secara langsung dari reviewer serta praktisi PKM tingkat nasional. Pembinaan diarahkan agar proposal disusun secara sistematis, berbasis data, memiliki tujuan dan luaran yang terukur, serta menunjukkan dampak dan keberlanjutan program.
LLDIKTI Wilayah VI juga terus memonitor pelaksanaan program setelah proposal memperoleh pendanaan atau insentif. Monitoring tersebut penting untuk memastikan setiap tim melaksanakan program sesuai rencana, memenuhi target luaran, mendokumentasikan perkembangan kegiatan, serta mengoptimalkan manfaat inovasi bagi masyarakat.
Keberhasilan ini turut dikawal oleh Tim Kerja Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Pembawa) LLDIKTI Wilayah VI. Menurut Katimja Pembawa Sri Hartono, mahasiswa Jateng tidak kekurangan inovasi dan gagasan kreatif yang perlu di dorong untuk memberikan dampak nyata pada masyarakat.
“Pembinaan tidak berhenti ketika proposal dinyatakan lolos. Justru setelah itu mahasiswa perlu dikawal agar gagasan yang mereka susun benar-benar diwujudkan menjadi karya, inovasi, maupun gerakan yang memberikan manfaat. Semangat inilah yang akan terus kami jaga dan perkuat,” tambah Hartono.

Dorong Kreativitas yang Memberikan Dampak Nyata
Ke depan, LLDIKTI Wilayah VI berkomitmen memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem PKM yang semakin luas, terarah, dan berkelanjutan. Penguatan tersebut mencakup penjaringan gagasan potensial, peningkatan kualitas proposal, penguatan kapasitas dosen pendamping dan pengelola kemahasiswaan, monitoring pelaksanaan, hingga diseminasi hasil program.
Capaian perguruan tinggi pada kategori produktivitas, pembinaan, dan kinerja operator juga menunjukkan bahwa keberhasilan PKM ditentukan oleh ekosistem yang saling mendukung. Selain kualitas ide mahasiswa, diperlukan tata kelola pengusulan yang tertib, pendampingan yang konsisten, serta komitmen kelembagaan dari perguruan tinggi.
LLDIKTI Wilayah VI berharap penghargaan ini menjadi energi baru bagi seluruh perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah untuk meningkatkan partisipasi dan mutu PKM. Perguruan tinggi yang telah meraih prestasi diharapkan dapat mempertahankan sekaligus membagikan praktik baiknya, sedangkan perguruan tinggi lainnya didorong untuk semakin aktif menumbuhkan budaya kreativitas dan inovasi mahasiswa.
“Capaian ini bukanlah titik akhir. Kami ingin semakin banyak mahasiswa yang berani mengembangkan gagasan, menjawab persoalan di lingkungannya, dan menghasilkan karya yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Prestasi penting, tetapi dampak nyata dari kreativitas mahasiswa adalah tujuan yang utama,” pungkas Prof. Aisyah.
Melalui pembinaan yang konsisten dan kolaborasi erat dengan perguruan tinggi, LLDIKTI Wilayah VI optimistis PKM akan terus menjadi ruang strategis bagi lahirnya generasi muda Jawa Tengah yang kreatif, adaptif, kolaboratif, dan mampu menghadirkan solusi bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.
(Humas LLDIKTI6)