Surakarta – Komitmen Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI dalam mengawal transformasi perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Tengah kembali ditegaskan melalui kehadiran Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., pada Sidang Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah Milad ke-43 Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta, Senin (27/7). Kehadiran LLDIKTI Wilayah VI tidak sekadar memenuhi undangan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk memastikan setiap PTS mampu meningkatkan mutu akademik, tata kelola kelembagaan, serta menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Mengangkat tema “Penguatan Ekonomi Kreatif Berbasis Inovasi dan Nilai-Nilai Pancasila”, Milad ke-43 UNIBA menjadi momentum refleksi bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan. Kegiatan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, jajaran pimpinan perguruan tinggi, sivitas akademika, serta para mitra strategis pendidikan tinggi. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Surakarta menegaskan bahwa kampus memiliki peran penting dalam menghadirkan perspektif akademik untuk menjawab persoalan sosial dan lingkungan melalui inovasi yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah VI menyampaikan apresiasi atas perjalanan UNIBA yang telah memasuki usia ke-43 sekaligus mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan momentum milad sebagai titik akselerasi peningkatan kualitas.
“Usia 43 tahun merupakan modal yang sangat berharga untuk melangkah lebih jauh. Kini saatnya UNIBA mempercepat transformasi menuju perguruan tinggi yang unggul melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan riset dan inovasi, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. LLDIKTI Wilayah VI akan terus hadir sebagai mitra strategis yang mendampingi setiap proses transformasi tersebut,” ujar Prof. Aisyah.
Berdasarkan hasil pendampingan LLDIKTI Wilayah VI, UNIBA telah berhasil mempertahankan status akreditasi institusi. Namun demikian, sejumlah indikator mutu masih perlu terus diperkuat, di antaranya percepatan pencapaian program studi terakreditasi Unggul, peningkatan jumlah dosen dengan jabatan akademik Lektor Kepala dan Guru Besar, penguatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, serta optimalisasi pemanfaatan berbagai program strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Saat ini UNIBA memiliki 11 program studi dengan enam program studi terakreditasi Baik Sekali, empat Baik, dan satu B, serta belum memiliki program studi berakreditasi Unggul. Selain itu, dari 67 dosen tetap, UNIBA juga masih memiliki ruang yang besar untuk meningkatkan jenjang jabatan akademik dosen sebagai pengungkit kualitas tridarma perguruan tinggi.
Selaras dengan arah pembinaan tersebut, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta selaku orator ilmiah, menekankan bahwa ekonomi kreatif tidak cukup hanya menghasilkan produk inovatif, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya, kampus perlu mengambil peran sebagai pusat lahirnya inovasi, pengembangan kewirausahaan, serta pendampingan terhadap pelaku ekonomi kreatif lokal agar mampu tumbuh secara berkelanjutan dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Pandangan tersebut sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak yang terus diimplementasikan oleh LLDIKTI Wilayah VI. Perguruan tinggi tidak lagi hanya berorientasi pada capaian administratif, melainkan dituntut menghasilkan lulusan berkualitas, riset yang terhilirisasi, inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, serta kolaborasi yang memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah.
Prof. Aisyah menegaskan bahwa LLDIKTI Wilayah VI akan terus mengedepankan pola pembinaan berbasis data dan pendampingan yang adaptif terhadap kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.
“Keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari nilai akreditasi, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong setiap PTS untuk membangun budaya mutu, memperkuat kolaborasi, dan menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan bangsa. Inilah esensi Diktisaintek Berdampak yang menjadi arah pembinaan LLDIKTI Wilayah VI,” tegasnya.
Melalui sinergi yang terus diperkuat antara LLDIKTI Wilayah VI dan UNIBA Surakarta, diharapkan berbagai potensi yang dimiliki universitas dapat terus berkembang menjadi kekuatan baru dalam meningkatkan daya saing pendidikan tinggi di Jawa Tengah. Dengan penguatan mutu kelembagaan, percepatan pengembangan sumber daya manusia, serta hilirisasi riset dan inovasi, UNIBA diharapkan semakin mampu berkontribusi dalam mencetak lulusan unggul dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat sesuai semangat perguruan tinggi yang berdampak. ( Berita & Foto Humas LLDIKTI VI )

