PURWOKERTO – Upaya memperkuat reputasi dan daya saing Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Tengah terus dilakukan LLDIKTI Wilayah VI melalui penguatan fungsi kehumasan. Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan “Ngudarasa Insan Humas 2026: Penguatan Komunikasi Kehumasan Perguruan Tinggi yang Berdampak” yang digelar di Universitas Amikom Purwokerto, Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif bagi insan humas PTS, khususnya wilayah Banyumas Raya dan sekitarnya, untuk saling berbagi pengalaman, mengurai tantangan komunikasi publik, sekaligus memperkuat jejaring antarkampus.
Mengangkat filosofi Jawa “ngudari rasa” atau mengurai rasa, forum ini dirancang bukan sekadar sebagai pelatihan teknis, melainkan ruang refleksi bersama bagi para pengelola humas perguruan tinggi. Dalam suasana yang cair dan interaktif, peserta diajak membangun perspektif baru tentang bagaimana humas kampus harus mampu menjadi wajah institusi yang komunikatif, adaptif, dan dekat dengan masyarakat.
Rektor Universitas Amikom Purwokerto, Dr. Berlilana, M.Kom., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa humas memiliki posisi strategis dalam membangun citra dan keberlanjutan perguruan tinggi. Menurutnya, perkembangan kampus saat ini tidak bisa dilepaskan dari kemampuan institusi dalam mengelola komunikasi publik secara profesional.
“Syiar PTS itu ada di humas, dan dampak dari acara ini akan langsung dirasakan oleh PTS masing-masing. Di Amikom Purwokerto sendiri, kami memberikan dukungan penuh dengan memisahkan Departemen Marketing Promosi dengan Humas Kerjasama. Kami berharap seluruh PTS di Jawa Tengah dapat semakin maju dan berdampak,” ujar Berlilana.
Ia juga menyampaikan bahwa penguatan fungsi humas menjadi bagian penting dalam proses peningkatan mutu institusi, termasuk dalam upaya meraih Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah VI, Adhrial Refaddin, S.IP., M.P.P., yang hadir mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah VI, menekankan bahwa tantangan dunia pendidikan tinggi saat ini menuntut humas untuk bergerak lebih cepat dan lebih relevan. Menurutnya, perubahan regulasi akreditasi membuat setiap perguruan tinggi harus mampu membangun positioning yang kuat di mata publik.
“Humas yang berdampak sangat krusial saat ini, terutama dalam merespons perubahan kebijakan akreditasi. Perguruan tinggi harus mampu membangun narasi yang kuat tentang identitas dan keunggulannya. Karena itu humas tidak bisa lagi hanya menunggu informasi, tetapi harus lebih approachable, proaktif, dan mampu membangun kedekatan dengan publik,” tegas Adhrial.
Kegiatan yang dipandu oleh moderator Aditya Tegar Satria, S.Kom.,M.Kom., selaku PJ Humas dan Kerjasama LLDIKTI Wilayah VI ini menghadirkan sejumlah praktisi dari berbagai bidang kehumasan dan pengembangan sumber daya manusia. Praktisi desain visual dari Unimus, Anggry Windasari, M.l.Kom, mengajak peserta memahami pentingnya komunikasi visual dan strategi media digital dalam membangun kepercayaan publik. Ia menilai humas kampus harus mampu menghadirkan komunikasi yang lintas platform dan lebih dekat dengan audiens generasi digital.
Pada sesi berikutnya, praktisi public speaking dari Unisbank Atik Rakhmawati, S.P., M.M, membekali peserta dengan pendekatan Strategi 5P yang meliputi Problem, Promise, Proof, People, dan Public Impact sebagai formula membangun branding institusi yang terukur dan berdampak. Peserta bahkan diajak langsung menyusun rancangan strategi komunikasi berdasarkan kondisi kampus masing-masing.
Suasana semakin hidup saat praktisi pengembangan SDM dari UKSW, Eko Suseno Hendro Riyadi Matruty, SE.,MM, mengajak peserta memetakan karakter organisasi serta membedah kekuatan dan kelemahan institusi secara kolaboratif. Diskusi kelompok yang berlangsung dinamis menjadi ruang bertukar perspektif antarkampus untuk menemukan identitas dan keunikan kompetitif masing-masing.
Selain sesi penguatan kapasitas, kegiatan juga diwarnai pemberian apresiasi kepada sejumlah perguruan tinggi peserta. Penghargaan “Tercepat Mendaftar” diberikan kepada ITB Semarang, “Tercepat Hadir” diraih Universitas Wahid Hasyim, sementara kategori “Jarak Tempuh Terjauh” diberikan kepada Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara.
Melalui kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah VI berharap transformasi kehumasan di lingkungan PTS Jawa Tengah dapat terus bergerak menuju pola komunikasi yang lebih humanis, kolaboratif, dan berdampak nyata. Tidak hanya menjadi penyampai informasi, insan humas diharapkan mampu menjadi penggerak reputasi institusi sekaligus jembatan kepercayaan antara kampus dan masyarakat. ( Berita & Foto Humas LLDIKTI VI )
