Tegal, 5 Mei 2026 — Universitas Harkat Negeri (UHN) menggelar wisuda perdana dengan meluluskan sebanyak 838 wisudawan, terdiri dari 827 lulusan UHN dan 11 lulusan Politeknik Harapan Bersama. Momentum ini menjadi tonggak penting bagi UHN sebagai perguruan tinggi baru hasil penggabungan Politeknik Harapan Bersama dan STMIK YMI yang resmi berdiri pada 9 Agustus 2025.
Kegiatan wisuda berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pimpinan dan senat perguruan tinggi, Wakil Wali Kota Tegal beserta beserta Pimpinan FORKOMINDA Kota Tegal, Pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal, Pimpinan Perguruan Tinggi di sekitar Kota Tegal, serta para orang tua wisudawan. LLDIKTI Wilayah VI turut hadir sebagai bentuk komitmen dalam pembinaan dan penguatan mutu perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah.
Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Enda Palupi, M.Pd., dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya peningkatan kualitas lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin dinamis.
“Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari kontribusi nyata di tengah masyarakat. Kami mendorong lulusan Universitas Harkat Negeri untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki daya saing yang kuat di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa penguatan mutu perguruan tinggi harus terus dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui peningkatan akreditasi program studi, kualifikasi dosen, maupun kolaborasi dengan dunia industri.

“LLDIKTI Wilayah VI siap memfasilitasi peningkatan kualitas perguruan tinggi, termasuk dalam pengembangan SDM dosen dan penguatan kerja sama dengan industri. Ini menjadi langkah strategis untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” tambahnya.
Berdasarkan data tracer study tahun 2025/2026, sebanyak 95,16% lulusan UHN memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan UHN memiliki relevansi yang baik dengan kebutuhan industri.
Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa tingginya angka lulusan yang sedang mencari kerja, sehingga diperlukan penguatan layanan career center, peningkatan kompetensi, serta perluasan jejaring kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Helmy Yahya yang menyampaikan orasi inspiratif terkait perkembangan teknologi dan persaingan tenaga kerja global. Ia menyoroti pesatnya kemajuan teknologi di kawasan Asia Timur yang kini mampu bersaing dengan dominasi teknologi Barat.
Menurutnya, Indonesia perlu belajar dari negara-negara seperti China dan Korea dalam mengembangkan teknologi dan sumber daya manusia yang unggul. Ia juga mengingatkan para lulusan agar terus meningkatkan kompetensi dan tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan zaman.
“Perkembangan teknologi bergerak sangat cepat. Jika kita tidak terus belajar dan beradaptasi, maka kita akan tertinggal. Karena itu, para lulusan harus siap berkompetisi dan terus mengembangkan diri,” tegasnya.
Menutup kegiatan, para wisudawan diingatkan untuk terus belajar, beradaptasi, serta menjaga nama baik almamater dalam setiap langkah ke depan.
“Keberhasilan bukan milik mereka yang paling sempurna, tetapi milik mereka yang terus belajar, berani mencoba, dan tidak mudah menyerah,” menjadi pesan yang menginspirasi para lulusan untuk menatap masa depan dengan optimisme.
(Humas LLDIKTI VI)







