Safari IKU 2026 Zona IV Tegal Raya: Perkuat Sinergi PTS Menuju Perguruan Tinggi Berdampak

Tegal — LLDIKTI Wilayah VI terus melanjutkan rangkaian kegiatan Diseminasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Berdampak melalui program Safari IKU 2026. Setelah sukses dilaksanakan di Zona I Semarang Raya dan Zona II Kudus Raya pada 7 April 2026, kegiatan berlanjut secara simultan di Zona III Solo Raya dan Zona IV Tegal Raya pada Selasa, 14 April 2026.

Khusus di Zona IV Tegal Raya, kegiatan dipusatkan di Universitas Harkat Negeri dan diikuti oleh pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) dari wilayah Tegal, Brebes, Pekalongan, dan sekitarnya. Diseminasi ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi terkait implementasi IKU yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat dan dunia kerja.

Kegiatan diawali dengan sambutan tuan rumah, Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pimpinan PTS serta menyambut hangat seluruh peserta yang hadir. Ia juga mengajak perguruan tinggi di wilayah Tegal, Brebes, Slawi, Pekalongan, dan sekitarnya untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

“Kami berharap melalui forum ini, PTS di wilayah Tegal Raya dapat saling berkolaborasi, berbagi praktik baik, dan bersama-sama meningkatkan mutu lulusan yang berdampak,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Aisyah Endah Palupi, menegaskan bahwa IKU merupakan instrumen penting dalam mendorong transformasi perguruan tinggi agar lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Ia menekankan bahwa keberhasilan implementasi IKU sangat bergantung pada komitmen pimpinan perguruan tinggi dalam mengintegrasikan indikator tersebut ke dalam tata kelola institusi hingga level program studi.

“IKU dirancang untuk memastikan bahwa perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan berkualitas, memperkuat riset yang berdampak, serta meningkatkan kontribusi nyata kepada masyarakat. Oleh karena itu, implementasinya harus dipahami secara utuh dan dijalankan secara konsisten,” ungkapnya.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa IKU mengacu pada kebijakan nasional yang menitikberatkan pada capaian berbasis outcome, mencakup aspek pendidikan, riset dan inovasi, kontribusi sosial, serta tata kelola kelembagaan. Perguruan tinggi didorong untuk tidak hanya memenuhi indikator minimal, tetapi mampu menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi pembangunan daerah dan nasional.

Dalam sesi materi, Tim Kerja LLDIKTI Wilayah VI memaparkan 12 indikator IKU secara komprehensif, termasuk ketepatan waktu kelulusan mahasiswa, serapan lulusan di dunia kerja, keterlibatan mahasiswa di luar kampus, hingga kualitas publikasi ilmiah dan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu, dibahas pula berbagai tantangan yang dihadapi PTS, seperti masih rendahnya kualitas publikasi, keterbatasan hilirisasi riset, serta belum optimalnya kolaborasi dengan industri.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab yang membahas aspek teknis implementasi IKU, mulai dari pengelolaan data berbasis PDDIKTI hingga strategi pencapaian indikator secara berkelanjutan. Para peserta juga didorong untuk menjadikan IKU sebagai alat refleksi dalam meningkatkan mutu institusi, bukan sekadar kewajiban pelaporan.

Melalui Safari IKU 2026, LLDIKTI Wilayah VI menegaskan perannya sebagai mitra strategis bagi perguruan tinggi swasta, tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator dan akselerator transformasi pendidikan tinggi. Dengan sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan, diharapkan PTS di Jawa Tengah mampu meningkatkan kinerja dan daya saing, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berdampak menuju Indonesia Emas 2045. (Berita Dan Foto : Humas LLDIKTI VI)