Semarang, 31 Maret 2026 – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI bersama Forum Kerja Sama Perguruan Tinggi Jawa Tengah secara resmi memberangkatkan peserta KKN Internasional “Mangunsari Goes Abroad” Batch I periode April 2026. Pelepasan dilaksanakan di halaman Universitas Dian Nuswantoro, Selasa (31/3), sebagai titik awal perjalanan menuju Malaysia.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi program akademik berbasis pengabdian masyarakat, tetapi juga membawa misi kemanusiaan lintas negara yang menjadi wujud nyata kehadiran perguruan tinggi Indonesia bagi sesama anak bangsa di perantauan.
Sebanyak 54 peserta diberangkatkan dalam Batch I, terdiri atas 40 mahasiswa, 10 dosen pembimbing lapangan, 2 perwakilan LLDIKTI Wilayah VI, serta 2 orang tim panitia KKN Internasional. Para peserta berasal dari 11 perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah VI, yaitu:
- STIKES Bakti Utama Pati (4 mahasiswa)
- STMIK Widya Utama (1 mahasiswa)
- Universitas AKI (3 mahasiswa)
- Universitas Duta Bangsa Surakarta (4 mahasiswa)
- Universitas Islam Sultan Agung (2 mahasiswa)
- Universitas Kusuma Husada Surakarta (5 mahasiswa)
- Universitas Muhammadiyah Kudus (1 mahasiswa)
- Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta (2 mahasiswa)
- Universitas Ngudi Waluyo (3 mahasiswa)
- Universitas Pancasakti Tegal (7 mahasiswa)
- Universitas Telogorejo Semarang (8 mahasiswa)
Misi Kemanusiaan di Sanggar Belajar
Selama 28 hari, mulai 1 April hingga 28 April 2026, para mahasiswa akan menjalankan pengabdian di 11 Sanggar Belajar yang berada di bawah koordinasi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Di tempat inilah nilai utama program ini benar-benar diwujudkan. Fokus utama kegiatan ini meliputi pendampingan pembelajaran, penguatan literasi, serta penanaman nilai kebangsaan bagi anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) dan khususnya anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia yang hidup dan tumbuh di lingkungan dengan keterbatasan akses pendidikan formal. Lebih dari itu, interaksi yang dibangun diharapkan mampu menghadirkan rasa percaya diri, semangat belajar, serta ikatan emosional yang memperkuat identitas kebangsaan anak-anak Indonesia di luar negeri.
Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial perguruan tinggi.
“Melalui program ini, mahasiswa kita tidak hanya mengabdi, tetapi juga membawa misi kemanusiaan yaitu hadir untuk memberi harapan, menguatkan semangat belajar, dan memastikan bahwa anak-anak Indonesia di luar negeri tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap peserta adalah representasi bangsa.
“Jaga sikap, jaga integritas, dan tunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu menjadi agen kebaikan di manapun berada. Apa yang kalian lakukan di sana bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk nama baik bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Program KKN Internasional, Dr. Nur Hidayat, M.Hum. (Kepala KUI UPGRIS), menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini merupakan hasil kolaborasi lintas perguruan tinggi yang dirancang secara matang.
“Program ini bertujuan untuk menunjukkan peran nyata perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi, khususnya di bidang pendidikan, kepada masyarakat Indonesia di luar negeri,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program ini secara khusus menyasar anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan.
“Kita tahu bahwa TKI memiliki kontribusi besar bagi negara, tetapi di sisi lain masih banyak anak-anak mereka yang belum mendapatkan hak pendidikan secara optimal. Di sinilah mahasiswa hadir untuk memberikan pendampingan dan pemberdayaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Nur Hidayat menyebut bahwa program ini merupakan langkah awal yang akan terus dikembangkan.
“Ini merupakan pilot project yang akan dilaksanakan dalam tiga batch sepanjang tahun 2026. Ke depan, tidak menutup kemungkinan program ini diperluas ke wilayah lain di Malaysia,” pungkasnya.
Najwa, salah satu perwakilan mahasiswa peserta KKN Internasional dari Universitas Kusuma Husada Surakarta, menyatakan kesiapan dan rasa bangganya bisa terlibat dalam program ini. “Kami telah menyiapkan berbagai program literasi dan motivasi untuk adik-adik di Sanggar Belajar nanti. Harapannya, kehadiran kami bisa memberikan semangat baru bagi mereka untuk terus belajar dan tentu saja pengalamann berharga bagi kami para mahasiswa untuk dapat memberi kontribusi sebagai mahasiswa,” ungkapnya.
Para mahasiswa diingatkan untuk selalu menjaga nama baik almamater dan bangsa selama bertugas. Seluruh aktivitas di lapangan nantinya akan dikoordinasikan langsung dengan pihak KBRI Kuala Lumpur dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).
Penguatan Jejaring Internasional
Perjalanan peserta dimulai dari Semarang menuju Bandara Soekarno-Hatta melalui jalur darat, sebelum melanjutkan penerbangan ke Malaysia. Setibanya di Kuala Lumpur, rombongan akan melakukan penerimaan dan audiensi di Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur bersama Plt Atase Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai bentuk penguatan koordinasi dan perlindungan bagi mahasiswa selama menjalankan tugas.
Selain misi pengabdian, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis penguatan kerja sama internasional. Perwakilan perguruan tinggi bersama LLDIKTI Wilayah VI dijadwalkan melakukan kunjungan ke Multimedia University Malaysia untuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang melibatkan 13 perguruan tinggi swasta. Kerja sama ini diharapkan mampu mendongkrak capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) masing-masing institusi, khususnya dalam skala internasional.
Melalui program ini, LLDIKTI Wilayah VI bersama FORKAMA Jawa Tengah menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai aktor penting dalam misi kemanusiaan global yang hadir, peduli, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia di manapun berada.
(Humas LLDIKTI Wilayah VI)


