Kepala LLDIKTI Tekankan Akselerasi SDM dan Kerja Sama Internasional di Seminar Universitas Ngudi Waluyo (UNW)

Ungaran, 5 Maret 2026 – Universitas Ngudi Waluyo (UNW) menggelar seminar bertema “Sinergi Civitas Akademika dalam Mewujudkan UNW yang Unggul dan Berdaya Saing Global” pada Rabu (5/3). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi seluruh elemen kampus untuk meningkatkan mutu institusi serta daya saing di tingkat nasional dan internasional.

Seminar menghadirkan Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Aisyah Endah Palupi, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya yang bertajuk “Akselerasi Implementasi Kerja Sama Internasional: Strategi Transformasi Bersama IKU Baru”, Prof. Aisyah menegaskan pentingnya akselerasi kemitraan dan optimalisasi Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya IKU 5.

Ia menjelaskan bahwa paradigma kerja sama perguruan tinggi saat ini tidak lagi berorientasi pada jumlah dokumen kerja sama seperti MoU, tetapi pada luaran (output) dan hilirisasi yang dihasilkan. “Kerja sama internasional tidak lagi dinilai dari banyaknya dokumen yang ditandatangani, melainkan dari apa yang benar-benar dihasilkan dan memberi dampak,” tegasnya.

Fokus IKU 5 Tahun 2026, lanjutnya, adalah persentase luaran hasil kerja sama dan hilirisasi antara perguruan tinggi dengan industri atau lembaga mitra. Indikator ini mengukur proporsi output nyata yang dihasilkan dari kolaborasi, baik dalam bentuk karya ilmiah, karya terapan, maupun karya seni kolaboratif.

Dalam kategori karya tulis ilmiah, luaran yang diharapkan meliputi jurnal atau buku akademik kolaboratif yang diterbitkan di jurnal bereputasi seperti Sinta, Scopus, atau Web of Science, serta karya rujukan seperti handbook, guideline, dan monograf yang digunakan oleh mitra dalam kebijakan maupun program. Selain itu, studi kasus kolaborasi berbasis permasalahan nyata mitra juga menjadi bagian penting, terutama yang menghasilkan perubahan kebijakan atau model praktik baik.

Pada kategori karya terapan, kerja sama diharapkan menghasilkan produk fisik, digital, atau algoritme termasuk prototipe yang memiliki potensi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Produk tersebut perlu didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) secara bersama dan memiliki roadmap menuju produk siap pasar. Pengembangan invensi melalui skema joint research and development (R&D) juga ditekankan sebagai bentuk co-creation antara perguruan tinggi dan mitra.

Sementara itu, dalam kategori karya seni kolaboratif, luaran dapat berupa karya visual, audio, audiovisual, maupun pertunjukan yang dihasilkan melalui proses kreatif bersama, memiliki unsur kebaruan, serta memberi dampak sosial dan budaya. Karya tersebut diharapkan memperoleh pengakuan nasional atau internasional serta memiliki rencana keberlanjutan.

Prof. Aisyah juga mencontohkan pentingnya kolaborasi strategis dengan mitra internasional seperti Mahidol University dan Taipei Medical University yang diarahkan pada produk hilirisasi, seperti paten bersama, alat kesehatan, atau model layanan kesehatan yang dapat diterapkan di masyarakat.

Selain membahas strategi kerja sama, Kepala LLDIKTI juga menekankan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama transformasi perguruan tinggi. Ia mendorong percepatan kenaikan jabatan fungsional (jafa) dosen hingga profesor serta pentingnya penghargaan Profesor Emeritus sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi akademik.

Seminar ini dihadiri oleh Ketua Yayasan, Rektor, jajaran pimpinan universitas, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta Himpunan Mahasiswa (HIMA). Kehadiran seluruh unsur civitas akademika menunjukkan komitmen bersama dalam membangun UNW yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

Melalui sinergi yang kuat antara pimpinan, dosen, mahasiswa, dan mitra strategis, Universitas Ngudi Waluyo optimistis mampu mewujudkan transformasi institusi yang berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia internasional.