Akselerasi Pembangunan Jawa Tengah, LLDIKTI Wilayah VI Perkuat Sinergi Bersama Pemprov Jateng

Semarang – Komitmen untuk memperkuat jembatan antara dunia akademik dan kebijakan publik kembali dipertegas. Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI secara resmi menjalin sinergi strategis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dalam perhelatan Anugerah Collaborative Government 2026 di Grhadhika Bhakti Praja, Jumat (20/2).

Penandatanganan ini dilakukan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., bersama Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. pada gelaran tersebut. Momentum ini menandai babak baru di mana perguruan tinggi tidak lagi bergerak di menara gading, melainkan menjadi mesin penggerak utama dalam pembangunan daerah.

Pendidikan Tinggi: Jantung Inovasi Daerah

Bagi LLDIKTI Wilayah VI, kerja sama ini merupakan penegasan posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyediakan penelitian yang menjawab langsung problematika di lapangan, menyediakan solusi kreatif untuk efisiensi layanan publik, serta mencetak lulusan yang siap mengakselerasi ekonomi regional. Tidak hanya di tingkat lembaga, kolaborasi ini diperluas dengan penandatanganan kesepakatan antara Pemprov Jateng dengan total 73 perguruan tinggi di Jawa Tengah. Langkah masif ini bertujuan mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi langsung ke dalam agenda pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, semangat kolaborasi dibuktikan melalui pemberian penghargaan kepada institusi yang berhasil mengimplementasikan kerja sama nyata. Beberapa perguruan tinggi yang meraih apresiasi terbaik antara lain:

Universitas Sebelas Maret Surakarta
Universitas Diponegoro
UIN Walisongo
Universitas Muria Kudus (UMK)
Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS)
Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Penghargaan ini menjadi bukti konkret bahwa kontribusi akademik, mulai dari pengabdian masyarakat hingga inovasi kebijakan, telah memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.

Menuju Peran ‘Orkestrator’ Kolaborasi

Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., menegaskan bahwa pasca-MoU ini, LLDIKTI akan mengambil peran sebagai orkestrator yang mengoordinasikan 216 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Tengah agar selaras dengan kebutuhan daerah.

“Kolaborasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kami senantiasa mendorong hilirisasi riset kampus, dukungan kebijakan berbasis data melalui program matching fund, penguatan kerja sama tridharma pendidikan tinggi, serta pengembangan talenta untuk mendukung investasi regional,” ungkap Prof. Aisyah.

Gubernur Jateng menyampaikan, kolaborasi dengan seluruh pihak menjadi hal yang sangat penting. Salah satunya dengan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

“Gubernur bukan superman, melainkan harus menggunakan super team dalam rangka melakukan pembangunan di wilayah kita. Provinsi (Jateng) dengan 35 kabupaten/kota dan segala aspek yang ada, maka collaborative government harus kita ciptakan,” ucap Ahmad Luthfi.

Selama satu tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Jateng telah menjalin kerja sama dengan 44 perguruan tinggi di wilayahnya. Masing-masing kampus pun menyumbangkan ide, gagasan, dan hasil risetnya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Tak berhenti sampai di sana, sebanyak 73 perguruan tinggi juga melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam acara Anugerah Collaborative Government 2026. Di samping itu, masih ada sekitar 123 perguruan tinggi juga akan menjalin kerja sama dalam rangka membangun Jateng.

Sejalan dengan semangat kebersamaan yang diusung Gubernur Ahmad Luthfi, LLDIKTI Wilayah VI berkomitmen menjadi penghubung strategis demi mewujudkan Jawa Tengah yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing global melalui kekuatan pendidikan tinggi.

(Humas LLDIKTI6)