Surakarta, 11 Februari 2026 — Sebanyak ratusan pimpinan perguruan tinggi berkumpul di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk menyusun arah bersama dalam upaya akselerasi transformasi pendidikan tinggi Jawa Tengah. Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI menyelenggarakan Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan dan Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi se-Jawa Tengah dengan tema “Akselerasi Transformasi Pendidikan Tinggi Jawa Tengah: Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan.”
Acara yang digelar pada Rabu, 11 Februari 2026 ini diikuti secara langsung oleh pimpinan badan penyelenggara dan pimpinan perguruan tinggi sejumlah 216 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan 9 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), serta tamu undangan dari Asosiasi Pengelola Jurnal Indonesia (APJI), menandai komitmen bersama pemangku kepentingan pendidikan tinggi untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, mempercepat inovasi akademik, serta memaksimalkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah dan bangsa.
Dalam sambutannya Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. menegaskan bahwa perubahan cepat dalam paradigma pendidikan memerlukan kolaborasi yang kuat di antara para pemimpin institusi, agar perguruan tinggi tidak hanya responsif terhadap kebutuhan zaman, tetapi juga mampu menciptakan nilai baru yang berdampak nyata bagi masyarakat. Beliau menyampaikan bahwa forum ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang strategis untuk menyamakan persepsi, merumuskan arah kebijakan bersama, dan memperkuat tata kelola internal setiap institusi.
Menguatkan pesan strategis tersebut, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi hadir sebagai pembicara utama (keynote speaker). Dalam pidato inspirasionalnya beliau menyoroti pentingnya riset dan inovasi sebagai mesin penggerak kemajuan perguruan tinggi masa kini. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu, tetapi juga sebagai pusat lahirnya solusi dan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan teknologi.
Memperkuat komitmen kolektif tersebut, dalam rangkaian kegiatan juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara LLDIKTI Wilayah VI dengan APTISI Jawa Tengah dan ABPPTSI Jawa Tengah sebagai wujud kolaborasi, sinergi kelembagaan, serta kesepahaman bersama dalam memperkuat tata kelola, mutu akademik, dan keberlanjutan pengembangan perguruan tinggi di Jawa Tengah. Kesepakatan ini menjadi penanda bahwa transformasi pendidikan tinggi membutuhkan gerak bersama seluruh pemangku kepentingan, bukan upaya parsial masing-masing institusi.
Sebagai simbol semangat kebangsaan dan nilai-nilai pendidikan, kegiatan dilanjutkan dengan penancapan simbolis bendera Merah Putih dan panji “Tut Wuri Handayani”, yang dimaknai sebagai tonggak komitmen bersama dalam meneguhkan jati diri pendidikan tinggi Indonesia: berakar pada nilai nasionalisme, berpihak pada kemajuan ilmu pengetahuan, serta hadir memberi daya dorong bagi kemajuan generasi bangsa. Momentum simbolik ini sekaligus menjadi pengingat bahwa transformasi pendidikan tinggi harus berjalan selaras dengan semangat pengabdian dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.


Sesi pleno kemudian menghadirkan diskusi mendalam yang dipandu oleh Prof. Dr. Kristoko Dwi Hartomo, S.Kom., M.Kom. dari Universitas Kristen Satya Wacana, dengan narasumber kunci:
- Prof. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D. – Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan
- Prof. Dr. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. – Kepala LLDIKTI Wilayah VI
- Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta
Diskusi ini menitikberatkan pada isu-isu strategis seperti penguatan tata kelola perguruan tinggi, peran integrasi antara riset dan pengabdian masyarakat, serta pentingnya indikator kinerja utama (IKU) yang selaras dengan kebutuhan pemangku kepentingan, industri, dan masyarakat. Para narasumber menegaskan bahwa sinergi antara pimpinan perguruan tinggi dan badan penyelenggara adalah fondasi utama agar transformasi dapat berjalan efektif, konsisten, dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari dukungan implementasi transformasi berbasis data dan teknologi, LLDIKTI Wilayah VI bersama APJI memperkenalkan DIAJENG (Dashboard Informasi Jurnal Jawa Tengah) — sebuah platform digital terintegrasi yang dirancang untuk memetakan, memantau, dan meningkatkan kinerja jurnal ilmiah di wilayah Jawa Tengah. Platform ini menjadi alat strategis untuk memperkuat ekosistem publikasi ilmiah, karena mampu menyajikan data jurnal secara real-time mulai dari status akreditasi, indeksasi, tren publikasi, hingga kebutuhan pembinaan. Dengan demikian perguruan tinggi dan pengelola jurnal dapat menyusun strategi peningkatan mutu jurnal secara terarah berdasarkan data yang valid dan transparan.
Pengenalan DIAJENG mendapat sambutan positif dari audien karena platform ini dipandang sebagai langkah konkret untuk mengatasi tantangan klasik pengelolaan jurnal ilmiah di tingkat perguruan tinggi, sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam rangka memperkuat jaringan publikasi di tingkat nasional dan internasional.
Pemilihan Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan ini merefleksikan komitmen bersama antara LLDIKTI VI dan perguruan tinggi mitra dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi dari kampus itu sendiri. Selain memberikan ruang untuk berdiskusi, forum ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk melihat langsung praktik kelembagaan dan inovasi yang diterapkan di lingkungan kampus tuan rumah.
Acara ini juga diramaikan dengan Special Show Hadir dan Berdampak serta penandatanganan komitmen bersama yang mencerminkan tekad kolektif untuk memperkuat pendidikan tinggi Jawa Tengah ke arah yang lebih progresif, adaptif, dan berorientasi pada dampak luas.
Seluruh rangkaian kegiatan disiarkan secara langsung melalui YouTube LLDIKTI Wilayah VI dan UMS TV, sehingga sivitas akademika serta publik luas dapat menyaksikan jalannya diskusi dan peluncuran platform DIAJENG secara real-time, menunjukkan keterbukaan dan komitmen semua pihak dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia.
(Berita dan Foto: Humas LLDIKTI6 x UMS)
