Surakarta, 20 Januari 2026 – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi swasta unggul melalui pengukuhan lima guru besar dari berbagai bidang keilmuan strategis. Momentum akademik ini menjadi penanda penting atas komitmen UMS dalam mengembangkan Tridarma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan, khususnya dalam penguatan sumber daya dosen dan kontribusi keilmuan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta arah pembangunan nasional.
Kegiatan pengukuhan tersebut dihadiri oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., bersama jajaran pimpinan universitas dan sivitas akademika. Kehadiran LLDIKTI Wilayah VI menegaskan peran pembinaan dan pendampingan yang terus dilakukan terhadap perguruan tinggi swasta agar mampu tumbuh secara sehat, adaptif, dan berdaya saing di tengah dinamika pendidikan tinggi.
Adapun lima dosen yang dikukuhkan sebagai guru besar berasal dari disiplin ilmu yang beragam dan strategis. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Suranto, S.T., M.M., M.Si. dengan kepakaran Technopreneurship, Prof. Ir. Eko Setiawan, S.T., M.T., Ph.D. di bidang Optimasi dan Logistik, Prof. Heru Supriyono, S.T., M.Sc., Ph.D. dalam bidang Instrumentasi dan Kendali, Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, SST.FT., Ftr., M.Kes. pada kepakaran Fisioterapi Neuromuskular, serta Prof. Andri Nirwana, S.Th., M.Ag., Ph.D. dalam bidang Ilmu Tafsir.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah VI menyampaikan apresiasi atas konsistensi UMS dalam membangun ekosistem akademik yang kuat dan berkelanjutan. Guru besar dipandang tidak semata sebagai capaian tertinggi dalam jenjang karier akademik, melainkan sebagai penggerak utama dalam pengembangan riset, inovasi, dan peningkatan kualitas pembelajaran.
Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah VI menegaskan bahwa keberadaan guru besar memiliki peran strategis dalam menjaga relevansi dan mutu pengembangan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi. “Guru besar memiliki peran strategis dalam memastikan pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dan berdampak bagi masyarakat,”ujar Prof. Aisyah.

Pengukuhan ini juga mencerminkan keseriusan institusi dalam menyiapkan dosen sebagai agen perubahan. Dengan kepakaran yang dimiliki, para guru besar diharapkan mampu mendorong lahirnya riset-riset unggulan, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta berkontribusi dalam penyusunan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkaya atmosfer akademik sekaligus meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.
Berdasarkan data pada LLDIKTI Wilayah VI, UMS didukung oleh ratusan dosen dengan mayoritas telah memiliki jabatan fungsional, termasuk puluhan profesor. Komposisi sumber daya manusia tersebut menjadi modal strategis dalam menjaga kesinambungan mutu akademik, pengembangan riset, serta penguatan peran pengabdian kepada masyarakat.
LLDIKTI Wilayah VI mendorong agar capaian akademik yang diraih UMS tidak berhenti pada aspek seremonial, tetapi diikuti dengan penguatan kolaborasi riset, perluasan jejaring nasional dan internasional, serta peningkatan hilirisasi hasil penelitian. Dengan demikian, perguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.
Melalui pengukuhan lima guru besar ini, UMS diharapkan semakin memantapkan posisinya sebagai perguruan tinggi swasta unggul yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta komitmen dalam mendukung pembangunan bangsa berbasis ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kemanusiaan. (Humas LLDIKTI Wilayah VI)



